Gempa Palu, 13 Anak Buah Sri Mulyani Belum Ditemukan

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 832 orang meninggal dunia akibat gempa Palu dan Donggala, Sulawesi tengah. Korban meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa yang diikuti oleh tsunami.

Sebanyak 16.732 jiwa lainnya mengungsi. Mereka mengungsi di 24 titik di Palu dan Donggala. Di luar itu masih ada beberapa korban yang belum diketahui nasibnya beberapa diantaranya adalah para pegawai Kementerian Keuangan.

Dikutip dari akun instagramnya, Minggu (30/9/2018), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuliskan, hingga minggu pagi masih ada 13 jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang belum dapat ditemukan kabar dan kondisinya.

Di lingkungan Bea dan Cukai ada staf yang sedang melakukan kegiatan Kemenkeu mengajar hingga Minggu pagi ini belum dapat dihubungi.

“Kami terus berusaha dan berdoa mencari seluruh jajaran Kemenkeu dan keluarganya – semoga semuanya dapat segera dihubungi. selamat dan dapat dibantu untuk pulih kembali,” tulis dia.

Lengkapnya, berikut tulisan lengkap Sri Mulyani:

Duka sangat dalam kita rasakan atas terjadinya bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala – Sulawesi Tengah. Sejak kejadian Kementerian Keuangan segera melakukan identifikasi seluruh jajaran Kemenkeu dan keluarga yang bertugas di daerah terdampak.Kementerian Keuangan memiliki instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai, Perbendaharan dan Kekayaan Negara yang bertugas di Palu dan di berbagai daerah Sulawesi Tengah yang terkena dampak gempa dan tsunami.

Hingga pagi ini masih 13 jajaran Ditjen Pajak yang belum dapat ditemukan kabar dan kondisinya. Di lingkungan Bea dan Cukai ada staf yang sedang melakukan kegiatan Kemenkeu mengajar – hingga pagi ini belum dapat dihubungi. Kami terus berusaha dan berdoa mencari seluruh jajaran Kemenkeu dan keluarganya – semoga semuanya dapat segera dihubungi. selamat dan dapat dibantu untuk pulih kembali.Kami bekerja keras untuk memberikan dukungan maksimal kepada seluruh jajaran Kemenkeu dan keluarganya yang mengalami dampak bencana alam yang sangat berat tersebut.

Kemenkeu juga menyiapkan seluruh sumber daya, anggaran dan instrumen kebijakan lain untuk membantu seluruh masyarakat dan pemerintah daerah dan Kementerian dan Lembaga termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani kondisi Emergency (kedaruratan) dan kebutuhan bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat dan mengurangi korban manusia semaksimal mungkin pada masa kritis saat ini.

Mari kita semua memberikan dukungan moral material secara maksimal disertai doa kesempatan bagi seluruh rakyat Palu dan Donggala serta daerah terkena bencana di Sulawesi Tengah, agar keselamatan, pemulihan dan pembangunan kembali dapat dilakukan secara segera dan semaksimal mungkin. Kita bagun solidaritas kemanusiaan nasional semangat untuk menyelamatkan, membantu dan membangun kembali.

POKERCEBAN : Agen Judi POKER Online Indonesia Terbaik 2018 dan terpercaya yang menggunakan uang asli sebagai taruhan dalam permainan judi live poker online terbaru.