Dubes Indonesia: Korban Crane Jatuh di Masjidil Haram Dapat Hadiah dari Raja Arab

Liputan6.com, Jakarta – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menegaskan para korban jatuhnya alat berat derek atau crane di Masjidil Haram pada 2015 tidak akan mendapat kompensasi. Sebab, kejadian itu bukan kesalahan kontraktor, yakni Bin Ladin Group.

Meski begitu, Agus mengatakan, para korban akan tetap mendapat hadiah dari Raja Arab Saudi. 

“Hadiah raja untuk korban. Jadi kompensasi itu ketika ganti rugi, itu tidak ada yang dirugikan. Lagipula pengadilan Saudi bilang kalau jatuhnya crane itu bukan kesalahnya Bin Laden. So enggak ada kompensasi,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Dia menuturkan, sampai saat ini keluarga korban crane di Masjidil Haram belum menerima hadiah dari Raja sebesar 1 juta riyal atau setara Rp 3,5 miliar itu. Sebab, pihaknya masih terus mendata para ahli waris korban.

“Prosesnya sudah selesai. Memang waktu saya masuk jadi Dubes di sana kondisi dokumen di sana masih morat-marit. Yang kita masuk langsung kita cek ahli warisnya siapa, kita hubungi,” ujar Agus. 

Selain itu, lanjut dia, pemerintah Arab Saudi masih menunggu semua negara melengkapi dokumen untuk pencairan uang hadiah korban crane di Masjidil Haram. Meski, Indonesia sudah melengkapi berkas. 

“Ada beberapa negara yang masih belum komplit sehingga kita masih menjadi korban yang ketidakkomplitan negara lain karena enggak bisa kita Indonesia diparsialkan karena itu satu sistem,” Agus menjelaskan.