Hingga Kuartal III, Wijaya Karya Kantongi Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Mengutip keterangan tertulis perseroan, PT Wijaya Karya Tbk mencatatkan penjualan terbesar datang dari sektor infrastruktur dan gedung. Kemudian diikuti sektor berikutnya yaitu industri, energy and industrial plant, dan properti.

“Performa Wika selama kuartal III 2018 menunjukkan kami sudah on track dan berpotensi untuk terus tumbuh. Kami bersyukur bahwa Wika telah dipercaya untuk menangani berbagai proyek strategis sehingga ruang Wijaya Karya untuk berkembang masih sangat luas,” kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Tumiyana.

Selain itu, perseroan juga menambah portofolio kontrak baru dengan terpilihnya perseroan untuk garap proyek Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan proyek Bendungan Tiga Dihaji Paket 4 di Sumatera Selatan.

Melalui anak usaha PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) juga membangun hunian sementara di Sigi dan Kabupaten Lombok Timur.

Perseroan merancang hunian sementara yang berbeda di Lombok dan Sigi karena sesuai dengan keadaan lahan. Di Lombok, hunian sementara dibuat rapat berjajar satu sama lain untuk membuatnya lebih kokoh dan tahan terpaan angin kencang.

Sementara Sigi sebagai daerah yang pernah mengalami likuifaksi dibangun hunian sementara dengan konsep rumah panggung untuk meminimalkan dampak gerak tanah. Penggunaan material yang kuat dan ringan seperti beton dan baja ringan juga menjadi salah satu siasat anak usaha perseroan untuk hadirkan hunian yang layak dan aman meski sementara.

Dengan portfolio mumpuni di luar negeri, WIKA kembali mampu ekspansi perdana ke negara Taiwan yang ditandai dengan kerjasama Joint Operations dengan Dong – Pi Co., Ltd (Dong – Pi) untuk membangun Bridge Across the Kinmen Island. Jembatan ini memiliki panjang 5.400 m dan akan menghubungkan dua pulau di bawah teritori Taiwan yang berdekatan dengan Tiongkok yaitu Pulau Kinmen Besar dan Pulau Kinmen Kecil.

Direktur Operasi WIKA Destiawan Soewardjono menganggap pencapaian ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan perseroan di region Asia Timur. “Ini akan menjadi pencapaian luar biasa oleh Perseroan. Menjejakkan kaki di Taiwan menjadi milestone WIKA untuk semakin memperluas bisnisnya di kawasan Asia khususnya Asia Timur,” ungkap Destiawan.

Sebelumnya WIKA tercatat memiliki proyek on going di luar negeri yaitu diantaranya Clarin Bridge di Fillipina, Limbang Bridge di Malaysia, Lodgement di Aljazair, Residential Palace di Nigeria, Circular Railway Yangoon di Myanmar dan Bandara Oecusse di Timor Leste.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kiat Investasi Reksa Dana Saham Saat IHSG Bergejolak