Menko Darmin: Produksi Beras Tahun Ini 31 Persen di Bawah Target

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan data terbaru produksi beras 2018 sebesar 32,4 juta ton. Angka ini 31 persen di bawah target produksi Kementerian Pertanian sebesar 48 juta ton hingga akhir tahun.

“Produksi beras kita tahun ini 31 persen di bawah data yang dipakai Kementerian Pertanian,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantornya, Jakarta, Senin (22/10).

Darmin mengatakan, selama ini memang terdapat perbedaan data antara Kementerian Pertanian dengan persediaan beras yang ada. Untuk itu, pemerintah meminta BPS membuat data akurat dengan metode terbaru.

“Itu kan sudah disiapkan BPS beberapa tahun dari dulu kita memang ada dispute beda pendapat soal beras. Dan itu persoalan lama, bukan baru. Kemudian BPS perlu waktu untuk mengurusinya,” jelas Menko Darmin.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah telah mendapat data produksi beras 2018 yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Produksi beras hingga akhir tahun dihitung hanya akan mencapai 32,4 juta ton.

“Produktivitas itu yang hitung BPS sendiri, saya enggak ingat angkanya. Tapi intinya adalah dengan luas panen dan produktivitas, hasil perhitungan BPS yang terakhir adalah total produksi berasnya adalah 32,4 juta ton,” ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Senin (22/10).

Menko Darmin mengatakan, prediksi ini telah menghitung seluruh luas baku lahan dan kemampuan panen lahan. Selain itu, beras sebesar 32,4 juta ton ini merupakan total produksi beras bersih setelah melalui proses gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG).

“Itu sudah dihitung mulai beras dipanen, kemudian setelah dipanen dia jadi GKP kan. Dari GKP ke GKG susutnya, hilangnya berapa itu udah dihitung. Kemudian dari GKG itu sudah dihitung sama mereka. Semua konversinya sudah ada. Setelah dihitung konversinya dapatnya produksi kita 32,4 juta ton,” jelasnya.