Balada Warga Palu Bertahan Hidup di Atas Reruntuhan Gempa

Di lain pihak, korban gempa dan tsunami juga harus memikirkan cara bertahan hidup di tengah situasi yang tidak menentu.

Banyak warga yang sudah tidak punya apa-apa harus menyambung hidup dengan mengais barang-barang rongsokan sisa gempa dan tsunami.

Seperti yang dilakukan seorang warga bernama Suhaimi. Meski cuaca panas terik, dia bersama warga lainnya tetap bolak-balik mengambil kayu dan besi dari sisa-sisa reruntuhan bangunan.

Dengan membawa perlengkapan gergaji besi, palu, dan linggis, tangannya lihai memangkas besi menjadi potongan kecil dengan panjang sekitar 30 sentimeter.

“Sangat sulit hidup di sini sekarang. Buat nambah-nambah hidup,” tutur Suhaimi saat berbincang dengan Liputan6.com di lokasi, Sabtu.

Tak lupa wanita 39 tahun itu membawa karung untuk mengangkut rongsokan yang ditemukannya. Satu per satu disusun rapi hingga karungnya dapat memuat banyak besi. Meski ada polisi, dia tetap melanjutkan aktivitasnya.

Suhaimi mengaku korban gempa dan tsunami Palu. Rumahnya di kawasan pantai tersebut habis disapu tsunami, Jumat 28 September lalu. Kini lewat puing besi, dia berharap dapat memyambung hidup.

“Di pengepul Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu per kilonya,” kata dia.

Seorang warga lainnya, Rudi, juga sibuk mengais rongsokan sisa gempa dan tsunami. Dia dibantu tiga bocah mengangkut puing kayu dan barang elektronik yang rusak ke bak motor roda tiganya. Dengan semangat, anak-anak itu menyisir pergudangan.

Pria 30 tahun itu sebelumnya berprofesi sebagai nelayan. Tapi rasa takut melaut akibat tsunami, membuatnya bertahan sementara menyambung hidup dengan mengumpulkan rongsokan.

“Besi bisa dilebur. Untungnya juga lumayan. Kipas rusak ini nanti coba bisa jadi uang,” kata Rudi.

Terkait kondisi ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan, Indonesia masih menghitung berapa jumlah dana yang akan dipinjam kepada Asian Development Bank ADB untuk membantu rehabilitasi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

“Lagi dihitung jumlah sebenarnya apa yang harus dibangun. Lagi dihitung. Lagi didata. Kita tidak bisa bicara sembarang,” kata JK di Hotel Laguna, Bali, Sabtu (13/10/2018).

JK mengatakan, pemerintah sedang mendata apa saja yang dibutuhkan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Setelah didata kata JK akan dibicarakan kembali bersama ADB dan World Bank (WB).

“Karena lagi didata semua rumah yang rusak beberapa, infrastruktur berapa, baru kita bicarakan dengan ADB, WB,” papar JK.

Diketahui Asian Development Bank (ADB) menyiapkan dana sebesar USD 500 juta guna membantu rehabilitasi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. ADB juga siap memberi pembiayaan tambahan sekitar USD 500 juta melalui pinjaman proyek untuk mendukung rekonstruksi infrastruktur vital.

Reporter: Intan Umbari Prihatin, Melissa Octavianti

POKERCEBAN adalah AGEN POKER INDONESIA ONLINE resmi IDNPOKER terpercaya dan terbaik dengan dominasi search paling tinggi di GOOGLE.